Surat kecil kepada si badan kecil

Hallo kak echa yang badannya selalu dan selamanya kecil,
Rasanya senang sekali membaca surat darimu.
Sudah lama sekali aku tak mendapat surat cinta dari orang lain selain dari papa-ku.
Maaf baru sempat membalas suratmu.
Banyak sekali yang ingin kukirimi surat hingga bingung harus pada siapa terlebih dahulu.  

Perihal bisakah kau bersembunyi di belakangku.
Tentu saja bisa. Tapi aku tak mau.
Aku tak mau kau terus berjalan dengan rasa takut pada hidup.
Kau harus menghadapinya sendiri.

Read More »

Surat kecil kepada yang berbadan kecil

Hallo kak echa yang badannya selalu dan selamanya kecil,
Rasanya senang sekali membaca surat darimu.
Sudah lama sekali aku tak mendapat surat cinta dari orang lain selain dari papa-ku.
Maaf baru sempat membalas suratmu.
Banyak sekali yang ingin kukirimi surat hingga bingung harus pada siapa terlebih dahulu.  

Perihal bisakah kau bersembunyi di belakangku.
Tentu saja bisa. Tapi aku tak mau.
Aku tak mau kau terus berjalan dengan rasa takut pada hidup.
Kau harus menghadapinya sendiri.

Read More »

Surat untuk (calon) anakku

Kepada anakku kelak yang kucintai sampai mati  

Nak, saat aku menuliskan surat ini untukmu,
aku bahkan tak tau siapa yang akan menanamkan benihnya di rahimku dan lahirlah kamu.  
Bahkan ia yang akan menjadi satu-ku pun masih berupa rencana Tuhan paling rahasia.
Apalagi dirimu, nak?  

Tapi ketahuilah,
saat ini aku sudah tau dengan betul bahwa kau akan kujaga dengan sepenuh jiwa raga.
Dengan seluruh kasih sayang yang mengalir di tiap denyut nadi.

Read More »

I Stand By You, literally.

Hallo Adek kecil,

Perkenalkan aku astrid bonita. Kau tentu belum mengenalku saat aku menuliskan surat ini kepadamu. Kita bertemu sejak 2 minggu yang lalu. Sekarang pun masih sering bertemu.

Aku tau kau takkan bisa membaca surat ini sekarang, tapi jika kelak kau membaca ini berarti disaat itu kau sudah tumbuh jadi anak pintar dan baik – baik saja. Semoga kau memang baik – baik saja.

2 minggu lalu saat aku sedang bertugas menjaga ruang perinatal, tiba – tiba terdengar bunyi decitan roda inkubator yang sedang di dorong.  Lalu kau pun datang.

Read More »

Surat anak perempuan, kepada ibunya.

Yang terkasih mami yang selalu ada di hati,  

Maaf karena baru menuliskan surat untukmu
Sejujurnya aku bingung ingin mengatakan apa
Mungkin karena terlalu banyak yang harus dikatakan.  

Kau tau ma?
Sebagian anak yang sudah dewasa, atau merasa dirinya sudah dewasa terkadang sedikit “gengsi” mengatakan rindu
Walau sebenarnya rindunya sudah begitu banyak tertampung.
Maka sebaiknya aku menjadi sebagian lagi anak yang tak enggan mengatakan ini

Read More »

I’m sorry I messed up

Kepada tuan aquarius yang pencemburu,

Jadi apa rasanya setelah sekian lama,
Pada akhirnya kau mampu mengucapkan sayang?  

Jika kau masih saja menanyakan “apakah aku sayang padamu?” jawaban iya.
Walau aku tak yakin apakah aku sudah cukup siap untuk kembali menaruh hatiku pada seseorang.

Read More »

Cinta di persimpangan jalan.

Selamat siang bapak dan ibu,

Maaf karena telah menggangu waktu kalian. Semoga kalian sempat membaca surat ini, sepucuk surat singkat ini takkan lama.

Aku tau kalian sedang sibuk melawan terik matahari dan menghirup dalam – dalam debu dan polusi kota malang demi sedikit rejeki. Demi 1 atau 2 rupiah yang diberikan orang – orang di lampu merah. Demi sebungkus nasi untuk mengganjal perut sebelum tidur di emperan toko.

Read More »

Kepada tuan di masa depan.

Hai kamu yang kuberi nama Lelakiku,

Bagaimana ya rasanya membaca surat ini ketika aku dan kamu menjadi kita selamanya?

Kepada kamu yang kucinta sampai nanti,

Ingin kusampaikan bagaimana dan mengapa aku ingin terus bersama kamu. Kupastikan kamu adalah pria tersabar yang mampu mengendalikan aku dan egoku. Kupastikan kamu adalah satu dari sedikit orang yang mampu menenggelamkanku dalam pelukmu. Kupastikan kamu adalah titipan Tuhan untuk menjagaku. Kupastikan kamu….. ah, apapun itu, kupastikan kamu memiliki beribu alasan untuk kucinta sampai nanti.

Read More »

Diam yang paling lantang

Kepadamu yang ingatanku tak mengenal kata lupa tentang segalamu.

Aku takkan lagi bertanya “apakah kau mencintaiku?”
Karena aku takut jawabannya adalah tidak.  

Aku pernah dengan begitu lantang meneriakan betapa aku mencintaimu
Tapi sekarang tidak lagi  
Bukan! Bukan tidak lagi mencintai.
Tapi tidak lagi seberusaha dulu membuatmu merasakan begitu dicintai olehku.  
Sekarang, Aku ingin diam saja
Mencintaimu di dalam diam.
Karena sekarang  rasanya percuma mengucapkan ribuan kata cinta padamu,
Itu takkan membuatmu kembali padaku.  

Aku mau mencintaimu di dalam diam
Selama yang aku bisa
Sedalam yang aku tau.  

Aku akan diam – diam menangis melihatmu berjalan menjauh
Dan menghilang.  
Lalu diam-diam berusaha merelakanmu.  
Ya. Cukup di dalam diam
Kau dengar itu?

First, second and wanna count again.

Kepada yang sedang baik – baik saja dan sedang sibuk mengantarkan surat cinta;
Michael Edward Matekohy  

Sesungguhnya surat ini ku tulis karena aku bingung harus menulis apa untuk tema “For the first time in Forever”. Lalu kau berlalu lalang dengan sepeda fixie di Timeline.  

Jika harus memilih dan memilah pertemuan pertama yang berkesan, mungkin di Jogja 11 Oktober 2013 ( Kalau tidak salah ingat ) adalah salah satunya.  

Read More »