Kerinduan.

Pada malam hari kucari jantung hatiku.
Kucari dia di atas ranjangku
Kucari, tetapi tak kutemukan dia.

Sebelum angin timur berembus dari barat
dan sebelum ombak besar pecah menghantam karang hingga kapal karam
Kembalilah kekasihku!

Rindu telah datang tak tepat waktu
Ia menghampiri dengan terburu-buru.

Kembalilah!
Kiranya kau memberiku banyak kecupan
Pun pelukan!

                       Malang, april dua ribu enam belas.

Reaksi

Aku perempuan yang menghendaki;

Engkau lelaki,

Kepada setiap bualan, rayuan  dan tipu dayamu
Aku ingin, pun hendak
Luruh pada semua dan semaumu
Mendekap erat degup jantung yang bertalu bagai tifa dan totobuang
Jemari yang meliuk di antara rambutmu yang lebat bagai padang ilalang.

Aku hendak,
Menelusuri tegas garis rahangmu dengan kecupan-kecupan
Mengulum manis bibir sisa tembakau
Menghirup dalam bau kayu manis pada tengkukmu.

Kita manusia,
Yang menghendaki
Menyatu dalam badani
Pun gelora dan perasaan-perasaan yang membuncah
Melayang di atas ledakan endorphin
Dengan erangan dan peluh yang meninggalkan jejak pada tilam.

Maka ketika kau berhadap-hadapan denganku, kau katakan :
“Aku cinta padamu”
Lalu aku pun begitu.

Malang, April 2016