Tentang rencana hari besok


TheLittlePrince

Hari ini, saya menonton sebuah film kartun dengan judul “The Little Prince”. Film ini diadopsi dari Novel dengan judul yang sama Karya Antoine de Saint-Exupery. Bercerita tentang seorang gadis kecil yang bercita-cita masuk ke “Werth Academy”, lebih banyak itu adalah cita-cita ibunya yang merupakan alumni Werth Academy. Menurut ibunya, jika bersekolah di situ maka masa depan gadis kecil ini akan cerah, akan mendapatkan perkerjaan yang bagus dan karir yang cemerlang. Maka mereka pindah ke sebuah kota kecil di dekat sekolah tersebut. Kota yang sangat teratur, dengan rata-rata penghuninya adalah orang-orang dewasa yang menjalani hidup dengan sangat teratur bahkan hanya berupa rutinitas. Terlalu serius dan membosankan.

Demi cita-citanya, ibu gadis kecil ini mengatur apa saja yang harus dilakukan oleh gadis kecil ini. Rencana jangka panjang. Mulai dari rutinitas apa saja yang harus dilakukan setiap jam, hari, minggu, bulan, tahun bahkan rencana untuk sepanjang hidup. Maka yang dilakukan gadis kecil ini adalah sebuah rutinitas tiap harinya dari bangun pagi sampai kembali tidur hingga tidak sempat untuk menikmati hidupnya; masa kecilnya.

Sampai suatu hari ia bertemu dengan tetangganya. Seorang kakek tua baik hati yang merupakan seorang penerbang yang pernah kecelakaan di gurun Sahara. Kakek ini mulai menceritakan pengalamannya dan menulisnya pada banyak lembar-lembar kertas beserta gambar-gambar. Gadis ini pun diajak untuk melihat “dunia lain” dan menikmati keajaiban imajinasinya. Kakek ini mengajarkan caranya bersenang-senang.

Dahulu, penerbang ini telah mengelilingi dunia dengan pesawatnya, sampai akhirnya ia jatuh di Gurun Sahara. Pada saat sedang duduk muram, merenungi nasip dan hidupnya yang terancam karena kehabisan air dan kepanasan, munculnya seorang Pangeran kecil dengan rambut keemasan. Pangeran kecil ini minta digambarkan seekor domba pada penerbang ini, awalnya penerbang ini hanya tertawa, tapi akhirnya digambarkan juga seekor domba karena dipaksa.

Sinopsis Film The Little Prince 2015 (James Franco, Rachel McAdams, Mackenzie Foy)

Tanpa sadar penerbang ini teringat kembali akan masa kecilnya, di mana dahulu tak ada satupun orang dewasa yang mengerti apa yang digambar olehnya, tak ada yang memahami imajinasinya karena orang dewasa terlampau serius. Orang dewasa kadang mejadi terlampau absurd dengan pikiran-pikirannya sendiri hingga lupa esensi dari menikmati hidup itu sendiri.

Kemudian, Pangeran kecil ini yang mengajak penerbang untuk berjalan menelusuri Padang Gurun luas itu untuk mencari sumber air. Dan di tengah – tengah ketidak mungkinan itu, akhirnya mereka menemukan sumur dan mampu bertahan hidup. Kadang kekuatiran-kekuatiran akan hidup justru membunuhmu.

Malam harinya, saya kembali diingatkan untuk tetap tenang menjalani hidup. Tak usah terlalu banyak kuatir tentang segala sesuatu karena Burung-burung di udara yang tak pernah menabur dan menuai pun tak pernah kekurangan makanan.

Katanya hidup itu untuk dijalani, bukan untuk terlalu dipikirkan. Jika terlalu jauh memikirkan hidup dengan segala macam kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi termasuk kemungkinan buruk, maka hidup kita hanya akan terus fokus dan ribet memikirkan hal-hal itu sampai kita lupa dan tak sempat untuk menikmati dan mensyukuri apa-apa yang ada dan kita miliki sekarang ini.

Manusia itu terbatas, sangat terbatas. Manusia tak bisa mengatur hidup selalu berjalan sesuai apa maunya. Hidup menjadi hidup dengan caranya sendiri. Tak bisa diatur segala sesuatu berjalan sesuai rencanamu pada tiap jam hingga tahun.

Merancangankan masa depan itu boleh, tapi jangan terlalu dipikir atau bahkan takut akan apa yang ada besok. Karena perkara hari ini biarlah menjadi perkara hari ini, hari besok dengan perkaranya sendiri.

Cita-citamu, taruh di depan matamu dan perjuangan satu persatu, kau takkan pernah bisa mendapatkan segalanya sekaligus. Taruh cita-citamu di dalam setiap doa dan pergumulan dengan Tuhan; Yang mengatur segala sesuatunya, maka Tuhan akan membukakan jalan-jalan yang baik padamu.

Jangan pernah lupa untuk bersyukur untuk segala hal yang bisa kau nikmati hari ini. Seporsi besar nasi Padang misalnya, atau perbincangan-perbincangan hangat dengan kekasih, sahabat, orang tua. Dan bersyukur untuk di malam yang selarut ini, saya masih diberi kesempatan untuk merenung dan kembali menjadi waras dari segala kegilaan dan kekuatiran.

Silahkan menjadi dewasa! Tapi jangan lupa caranya bersenang-senang, berbahagia dan hidup dengan sewajarnya.

Ah, tulisan ini saya buat sebagai pengingat untuk diri sendiri. Agar kelak bisa kembali dibaca saat saya menjadi begitu kuatir akan hidup , seperti hari ini. Semoga saya — kita tak pernah lupa untuk menikmati tiap – tiap waktu hidup.

Advertisements

One thought on “Tentang rencana hari besok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s