I Just wanna say; I Love you(r) Love Letter


Dear kak Arie,
Hallo kak, apa kabar?
Luka (yang katanya) kecil di kaki kirimu sudah diobati kah?
Semoga lekas sembuh ya kak.
Lain kali semoga lebih hati-hati. Baik di jalan, maupun dalam urusan memilih hati.  

Lalu baiknya jika aku langsung saja menjawab pertanyaanmu waktu itu.
Apa ekspresiku saat membaca suratmu?
Tersenyum.
Iya, tersenyum.
Bahkan sebelum membaca suratmu. Aku sudah begitu girang ketika menerima surat darimu.

Semoga kau maklum,
Aku jarang sekali mendapatkan surat cinta, kecuali dari papa-ku, maka reaksiku ketika menerima surat  (terlebih di moment #30HariMenulisSuratCinta) bagaikan remaja yang untuk pertama kalinya mendapat surat cinta di kertas warna merah hati dan disemprot wangi parfum.  

Walaupun keningku sedikit berkerut karena memikirkan apakah itu surat cinta atau bukan, ku anggap saja surat cinta karena ada kalimat “I Love  You” di dalamnya.  

Terima kasih karena telah meluangkan waktu  menuliskan surat untukku, mengingatkanku kalau Melly Goeslaw pernah menciptakan lagu yang penuh kata “cinta” itu, pun karena telah menjelaskan panjang dan lebar bahwa kau tak gila, juga tak mabuk.
Dengan begitu aku tau, bahwa orang yang sering kusapa di Twitter adalah orang yang benar untuk diajak ngobrol.
Karena kau tak gila maupun mabuk kan kak?  

Semoga waktu dan kesempatan segera datang dan kita bisa bertemu.
Akan kuceritakan bahwa proyek #MenujuBonbonKurus2015 cukup berhasil walaupun badanku tak bisa sebagus dan selangsing model Victoria Secret.
Atau aku bisa mendengar apa saja yang ingin kau ceritakan, kita bisa berbincang apa saja yang kau mau.  

Oh ya, apakah selama berkenalan aku pernah mengatakan ini padamu? Jika belum, maka akan kukatakan sekarang.
Senang berkenalan denganmu kak Arie
Semoga kita bisa berteman baik
Mungkin kelak kita bisa saling mengatakan dengan sepenuh-penuhnya sadar, dan sepenuh-penuhnya hati “I just wanna say I love you”.
Mungkin ya dan mungkin tidak.  

Surat ini sudah kutulis setelah aku membaca surat darimu,
Tapi akan kukirimkan pada saat yang tepat, agar kelak mudah diingat Seperti aku mengingat surat darimu.
Surat manis yang kubaca dengan penuh senyum manis, di hari yang manis karena menurut orang hari itu Valentine Day, padahal yang kulihat di kalender adalah Satur-day.  

Surat ini takkan kubuat lebih panjang lagi, karena kau mungkin akan lari pagi, lari sore, lari dari masa lalu, atau lari-lari di pikiran para wanita.
Entahlah.
Kita lihat saja nanti di update Nike+ mu.  

Demikian surat ini kutulis,
Semoga kau membacanya dengan riang gembira.
Dan semoga kau selalu diberkati dengan banyak hal baik.  

Salam hangat dari Malang yang dingin,  

Astrid Bonita.

*balasan untuk surat ; https://hurufhara.wordpress.com/2015/02/14/i-just-wanna-say-i-love-you/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s